Tampilkan postingan dengan label kesan reuni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesan reuni. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Desember 2011

KESAN & PESAN DARI TIM GLORIA EDUKASINDO

Dear friends,

Seperti yang sudah kita ketahui, Reuni Perak 86 berjalan dengan baik salah satunya adalah berkat dukungan yang tidak kira-kira besarnya dari tim Gloria Edukasindo (klik disini untuk membaca tentang mereka).

Kita sengaja meminta mereka untuk menulis kesan dan pesan. Semoga apa yang mereka tulis bisa menambah semangat kita untuk mempertahankan silahturahmi yang sudah mulai terjalin kembali. Kita  perlu tau persepsi orang lain di luar 86 sendiri, maka dari itu silahkan membaca kesan dan pesan dari mereka di bawah ini. Kita akan urutkan berdasarkan waktu pengirimannya ya.


FERGI BEATRICE NABABAN

Dalam reuni perak 25 tahun angkatan 1986, yang diselenggarakan 21 Oktober 2011, pada pukul 08.00 di Fakultas Psikologi UGM. Selaku panitia, saya ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, mulai dari menyiapkan perlengkapan sampai pelaksanaan acara. Sebelumnya acara tersebut kurang begitu dipublish, sehingga saya maupun teman-teman tidak mengetahui acara tersebut. Kemudian dari cara publikasi yang awal-awalnya kurang mendapat respon dari mahasiswa S1 Psikologi UGM.  Dan menjelang hari pelaksanaan kegiatan ini barulah di publish dengan cara membagikan leflet dan juga informasi acara disebarluaskan melalui facebook.
          Sebenarnya acara tersebut berjalan dengan lancar dan tertib. Mungkin kendalanya pada saat registrasi, karena peserta yang jauh-jauh hari sudah mendaftar ternyata tidak dapat hadir pada acara tersebut, sehingga harus digantikan dengan peserta yang waiting list dan harus mendata ulang lagi nama-nama peserta yang akan mengikuti talkshow tersebut. Serangkaian acara tersebut berjalan dengan lancar dan terlihat mencapai tujuannya, disebabkan karena seusai acara tersebut peserta yang telah mengikuti acara tersebut langsung antusias menanyakan kepada saya tentang magang dan lain-lainnya. Mereka juga memberikan saran, karena acara tersebut berlangsung kurang lama dan informasi yang di dapat kurang begitu banyak.
          Mungkin saran dari saya selaku panitia, sebelum acara diselenggarakan jauh-jauh hari seharusnya dipublish dengan menyebarkan leflet atau brosur, disebabkan karena mahasiswa banyak yang kurang mendapat info secara spesifik mengenai tujuan acara tersebut. Mereka hanya menduga acara tersebut hanya untuk reuni dan pesertanya hanya dari angkatan 1986.

CAHYA NINGSIH

Reuni alumni angkatan’86 akhir Oktober lalu menyisakan kesan kompak, kekeluargaan, dan menyenangkan. Setelah beberapa tahun berkiprah di profesi masing-masing, masih ada ikatan silaturahmi yang kuat di antara para alumni. Kesibukan tidak menghalangi untuk melepas rindu antara satu dan yang lain, terbukti dengan beberapa koper yang dititipkan di belakang meja penerima tamu. Beberapa alumni ada yang baru tiba ke Jogya di hari H karena kesibukan masing-masing. Rasa kagum terselip ketika melihat kesuksesan para alumni, dan sangat berterima kasih mereka mau berbagi, yang mungkin tidak akan didapatkan di tempat lain. Sayangnya, saya hanya sebentar berada di ruang seminar sehingga tidak banyak mendengarkan sharing pengalaman yang menurut saya justru sangat sayang untuk dilewatkan. Tapi satu hal yang saya ingat jelas ketika sempat ngobrol  beberapa saat dengan pak Didit yang mengatakan ketika bekerja kita harus tahu passion kita di mana, sehingga seberat atau sejenuh apapun kita bisa enjoy menjalani pekerjaan. Mudah-mudahan kata-kata ini menjadi penyemangat ketika saya merasa jenuh dengan pekerjaan saya kelak.
          Suasana kekeluargaan makin terlihat ketika berada di wisma UKDW, Kaliurang. Melihat para alumni bernyanyi dan berjoget bersama, membuat saya membayangkan kira-kira seperti apa ketika mereka muda dulu. Satu lagi yang membuat saya merasa bangga, mereka tetap ingin menjaga silaturahmi di antara mereka dan berupaya untuk tetap bisa memberikan sumbangsih bagi adik-adik tingkat di UGM. Memberi inspirasi dan harapan seandainya di masa yang akan datang saya bisa menjadi seperti satu di antara mereka yang ketika sudah sukses masih mau berbagi ilmu dengan yang lain, terutama generasi muda yang masih perlu banyak belajar. Mudah-mudahan ke depan pihak fakultas dan para alumni bisa mengadakan acara seperti ini lagi. Ilmu yang diajarkan di bangku kuliah terkadang menjadi sangat berbeda ketika di lapangan, adanya sharing dari alumni terutama yang sudah berhasil bisa memberi motivasi bagi generasi muda.
          Dari sekian banyak kebanggaan dan kekaguman tersebut,  saya merasa ada satu hal yang sedikit kurang. Ruang yang digunakan untuk seminar terlalu sempit, sehingga tidak cukup menampung banyak orang, akibatnya beberapa peserta harus rela menjadi peserta dalam deretan waiting list. Bahkan para alumni dan beberapa dosen yang ada di bagian belakang harus berdiri. Tapi bagaimanapun hal ini tampaknya tidak mengurangi makna dari acara itu sendiri. Jika di waktu yang akan datang ingin mengadakan acara serupa, mungkin bisa menggunakan ruangan dengan kapasitas yang lebih besar sehingga lebih banyak orang yang datang dan menerima ilmu serta pengalaman yang berharga seperti ini. Door prize berupa magang dan interview menurut saya juga cukup menarik dan positif.  Terkadang ketika akan melalui sesi wawancara kerja dan memasuki dunia kerja tidak sedikit mahasiswa yang masih “buta” dengan hal tersebut. Dengan adanya door prize tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan mahasiswa untuk mencicipi serta mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Harapan lain, mudah-mudahan acara seperti ini tidak hanya berhenti pada seminar yang berisi sharing saja, tapi betul-betul bisa membuka relasi bagi mahasiswa supaya pembelajaran yang didapat dari fakultas semakin komplit dan sempurna. Sekali lagi terima kasih untuk kesempatan berbagi ilmunya, mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan. Maju terus Psikologi Angkatan’86.


ENGGAR PUTRI HARJANTI


Kesan
Reuni perak angkatan 86 adalah reuni pertama yang saya tahu, dimana para alumni datang dan memberikan acara yang sangat berguna bagi mahasiswa di kampus. Saya sendiri merasa bahnwa reuni ini mempunyai banyak makna dan pembelajaran. Satu, kedatangan kakak-kakak alumni yang mau berbagi adalah bukti bahwa kami dicintai. Bukti bahwa kampus kami dicintai, dan kita adalah jejaring yang akan saling berhubungan sebagai keluarga. Itu menjadi semnagat bagi saya pribadi karena kepunyaan keluarga di banyak tempat. Dua, reuni ini menjadi kesempatan bagi kami, para mahasiswa yang biasanya hanya dicekoki teori, mengerti tentang sedikit banyak aplikasi yang ada di dunia yang sebenarnya. Mengerti bagaimana menggunakan teori yang sudah di dapat, serta bagaimana malang melintangnya dunia dan persaingan bisnis di perusahaan-perusahaan yang sebelumnya tidak pernah kami bayangkan. Ketiga, reuni ini juga membuka jalan untuk menjalin dan membangun hubungan dengan para alumni, yang merupakan banyak “duta” dari perusahaan dan bisnis yang sebelumnya tidak tersentuh bagi kami, para mahasiswa. Meskipun memang hanya sebentar dan tidak cukup mengenal dekat, tetapi banyak hal yang bisa kami dapatkan dan kami pelajari dari para alumni yang datang ke kampus.
Uraian ini dapat disimpulkan dengan: kedatangan para alumni 86 memberikan inspirasi bagi kami J
Pesan
Saya berharap bahwa ada acara-acara yang sangat berguna seperti ini lagi J. Karena kedatangan alumni adalah jembatan dan jalan bagi kami untuk menuju dunia luar. Dan akan sangat berguna jika ada kesempatan magang, dan link untuk kerja praktek atau kesempatan yang lebih banyak untuk menerapkan teori dan membangun hubungan. Kami akan sangat bersyukur jika kesempatan itu diadakan dengan lebih merata, lebih banyak kesempatan dan lebih banyak mendapatkan.


DONNI HADIWALUYO
(Mahasiswa Magister Sains Psikologi UGM)


Berbeda. Menurut saya, ini kata yang paling tepat untuk menggambarkan reuni Psikologi Angkatan 86 yang saya ikuti kemarin. Kebetulan saya mengikuti proses persiapan reuni ini sejak awal. Dan paling tidak ada 3 hal yang saya lihat dan saya pelajari.
Pertama, reuni biasanya selalu identik dengan kegiatan yang melulu memikirkan masa lalu, bernostalgia,  cerita-cerita tentang dosen-dosen, pacar masa lalu, sahabat masa lalu, dan sebagainya. Reuni ini berbeda. Yang terjadi adalah kumpulan sahabat yang disamping mengenang masa lalu, namun juga memikirkan masa sekarang dan masa depan. Selalu pertanyaannya, apa yang bisa dilakukan angkatan 86 untuk adik-adik kelas kita, apa yang bisa dilakukan untuk teman yang kesusahan, apa yang bisa kita berikan untuk fakultas kita, bagaimana networking yang bisa dibangun angkatan kita, bagaimana meninggalkan legacy yang berarti? Ini sesuatu yang luar biasa menurut saya.
Yang kedua, reuni juga sering identik dengan kegiatan temporary, dadakan, tanpa tujuan dan tindak lanjut yang persiapannya pun asal-asalan. Reuni ini berbeda. Semua dipersiapkan dengan excellent. Materi dan bonus yang diberikan di talkshow pun sangat well-prepared dan berharga. Sebut saja salah satu contohnya adalah data dari Watson-Towers yang diberitahukan kepada mahasiswa.
Semua itu mungkin bisa terjadi karena faktor yang ketiga, yaitu timing yang tepat untuk mengadakan reuni. Usia puncak, karir puncak, maka peran yang dilakukan juga bisa "puncak". Wajar saja jika bisa timbul tagline "the sky is your limit", karena kakak-kakak ini sudah membuktikannya. Akhir kata, singkat saja "reuni itu seharusnya ya begini ini".



SUSETYO ADI NUGROHO
(IT Staff & Multimedia Gloria Edukasindo)


Lain dari yang pernah ada, ya menurut saya reuni perak ini jauh beda dari konsep dan gaya reuni-reuni yang pernah saya alami maupun yang pernah saya dengar. Mungkin karena saya sendiri bukan berlatar belakang psikologi, jadi bukan hal yang biasa ketika melihat hal tersebut, dengan gaya dan tentu saja isi acaranya
Walaupun melihat dari sisi panitia, tapi banyak hal yang bisa jadi nilai lebih dari acara ini, pertama bahwa konsep yang dihadirkan berbeda, tidak sekedar pertemuan antara orang-orang yang lama tidak bertemu, tapi ada maksud dan membawa tujuan bagi orang lain (adik-adik angkatan). Kedua adalah gaya, terlepas dari posisi, jabatan, atau level tiap individunya, para kakak-kakak ini mau berbagi kepada adik-adik nya, dari ilmu sampai hal-hal yang diluar akademis. Reuni tidak hanya menjadi sekedar saat tanya jawab tentang kabar, pekerjaan, keluarga, masa lalu, tetapi menjadi sebuah sajian istimewa untuk orang-orang di sekitarnya, tanpa mengesampingkan tujuan utama reuni.
Saya sendiri secara tidak langsung mendapat banyak wawasan, ilmu , dari sharing mereka yang telah sukses pada bidangnya masing-masing.
Terlepas dari hal-hal detail yang mungkin terlewatkan, acara ini membuat cara pandang tentang reuni menjadi lebih berbeda, yang mungkin saya sendiri belum tentu bisa melakukan hal yang seperti ini.
Buat saya, ini reuni yang berbeda dan luar biasa…..


HENDY KUKUH BASKORO

Kakak-kakak Angkatan 86 mempunyai jejak persahabatan yang erat. Setidaknya itulah kesan yang pertama muncul. Bahkan persiapannya pun, katanya, sudah dimulai sejak setahun yang lalu. Dan muncullah motor-motor penggerak massa 86. Entah bagaimana, “ngumpulke balung pisah” seperti tercermin di acara itu.
86 adalah kode komando yang umum digunakan sebagai tanda “perintah dimengerti” atau “siap laksanakan”. Begitupun ketika promotornya mengonsep acara untuk sharing pengalaman hidup (pekerjaannya) kepada adik-adik yang masih menempuh perkuliahan, dapat dikatakan Angkatan 86 serentak menyahut “86”. Maka terbitlah seminar yang digadang-gadang itu dan menuai sukses karena peserta yang hadir banyak. Komentar mereka pun positif. Reuni “balik kandang dan membesarkan kandang” semacam ini mungkin jarang terjadi. Tidak pelit ilmu hidup adalah kesan kedua yang muncul.
Hari berikutnya melepas rindu dengan suasana kampus biru. Dengan jiwa muda yang membara, perjalanan mengenang masa perkuliahan di Balairung mengesankan manis dan akrabnya kakak-kakak angkatan 86 dengan situasi di sana. Euforia nostalgia itu pun dilanjutkan menuju puncak (dalam arti yang sebenarnya karena kita meluncur ke kaliurang). Di sebuah wisma, kakak-kakak ini ngumpul lagi. Yang luar biasa, mereka ternyata membahas suatu hal yang serius nan menantang. Dan lagi-lagi ini demi perbaikan kesejahteraan bersama. Kesan yang muncul? Suasana yang dibangun terasa santai tapi serius, jek! Sungguh, rasanya kepedulian dan kepekaan menyelimuti hati kakak-kakak angkatan 86.

Terima kasih kakak-kakak telah berbagi pengalaman hidupnya yang sangat hidup karena kakak-kakak sungguh menghidupinya. Semoga rancangan masa depan bersama itu bisa sungguh mewujud nyata. Dan berkunjunglah kembali suatu hari nanti... 


AZIZAH RIDHA
Saya bersemangat begitu menerima tawaran pak Eko menjadi panitia reuni perak Psikologi UGM angk 86. Yang ada di benak saya adalah bertemunya alumni yang kemungkinan besar telah menjadi 'orang penting'... Hari pertama registrasi, masuk sesi acara kemudian esoknya dan esoknya lagi. Jauh dari yang saya perkirakan. Ada kesan yang melekat bahwa pada kenyataannya, bukan sekedar eksistensi siapa dan apa yang telah mereka lewati dan lakukan. Namun, lebih dari itu...ada satu gelombang semangat yang luar biasa yang mereka coba alirkan ke jendela-jendela hati para civitas akademika fak Psikologi UGM. Ada haru yang meluap di benak saya...akankah saya juga mengalaminya?
Salut ut angk 86, bagi saya, hasilnya excellent...!!! Bravo!! Semoga mimpi bisa terwujud...
Ada satu lagi yang ingin saya share, pengalaman magang di Gloria Edukasindo memberi banyak kehidupan dan inspirasi baru buat saya. Gloria Edukasindo adalah ladang ilmu. Magang Gloria Edukasindo adalah magang dalam arti yang real. Saya tidak hanya melihat dan ikut-ikutan bekerja, tetapi saya terlibat di setiap detail proses dari setiap pekerjaan yang mesti saya selesaikan. Satu hal, pak Eko selaku direktur sangat mendorong saya untuk terus melangkah lebih maju dan terus menerus belajar. Bukan hanya tentang pekerjaan, tapi lebih dari itu. Saya belajar juga untuk terampil menghadapi hidup. Terima kasih Gloria Edukasindo...God Bless you... :)


Itulah kesan dan pesan tim yang sangat all out membantu kita kemarin. Terima kasih adik-adik, semoga kerjasama kita terus berlangsung yaaaa.

We luv you guys!



Jumat, 25 November 2011

KESAN & PESAN DARI DAISY

Sekarang giliran Daisy yang nulis kesan dan pesan disini. Thanks banget Daisy sudah sempetin nulis di sela-sela mobilitasnya yang tinggi menclok sana menclok sini. Ditunggu sharing-nya ya Daisy.
Temans, coba apa beda isinya tulisan ini sama yang lain? Mau tau? Ya baca laaaaaaah.......:)

Beautiful moment and long lasting memories with my 86ers


Reuni ...., saat terdengar kata reuni yang terbayang adalah wajah teman-teman di masa lalu dengan segenap tingkah polahnya.

Ingatan tersebut membekas kuat hingga saat ini, beserta atributnya....sehingga melupakan rentang waktu yang telah kita lalui...yang ternyata telah membuat kita semua berubah....

....Interaksi saat persiapan reuni memberikan pelajaran buat aku bahwa sudah banyak perubahan pada teman-teman...yang dulunya jaim dan jaga jarak sekarang ramai, helpfull dan penuh atensi...yang dulu gila...sekarang tambah gila....

...Dari semua keriaan dan gegap gempita persiapan di acara reuni itu sendiri....banyak pelajaran yang aku dapatkan....kerjasama, toleransi, dan semangat yang kuat dari teman teman semua  adalah driver yang kuat u terlaksananya acara silaturahmi kita kemarin....dan aku berterimakasih punya kesempatan silaturahmi d bekerja bersama teman teman yang luar biasa.

Sharing Uul, Eko, Herni, Endang, Adi, Andik, Intong, Clara, Hestri, Juni,   merupakan kesempatan belajar yang luar biasa untuk aku.... (berharaaap bisa dapat terus belajar dari kalian semua)

Reuni ini aku yakin dapat berjalan karena bantuan dan  antusiasme teman teman semua dan khususnya Eko, Juni, Endang, Clara yg terjun langsung untuk memastikan reuni berjalan dengan indah...
...truly impressed that we have done such a momerable event.

Bagus, Sapta, Didit, Ida, Ipung, Sari, Andik, Adi, Hestri, Broto, Dian  dan semua teman, semoga acara reuni ini berlanjut menjadi silaturahmi yang dapat bermanfaat untuk lingkungan kita ....Insya Allah.

Hhhhhmmmm.......aku sudah mulai kangen lagi sama kalian...Reuni lagiiiii yukk.

Daisy
(Daisy Desiana Dwi Primawati)

KESAN & PESAN DARI JARWO

Minggu ini ada rekan yang dengan manisnya menuliskan kesan pesannya tentang reuni perak kita. Satu lagi dari pak polisi kita:........Jarwo! Monggo dinikmatin puitisnya Jarwo menggambarkan perasaannya.....


ADA YANG BERUBAH

Ketika diminta untuk menuliskan kesan Saya tentang Reuni di blog Psi 86 Saya bertanya dalam hati “Apa yang akan Saya tulis?” Saya sudah membaca tulisan dari teman-teman yang sudah terlebih dahulu muncul di blog kita, semuanya bagus dan menurut Saya sudah cukup mewakili apa yang dirasakan oleh rekan-rekan semuanya. Tapi itu menurut Saya lho, jadi boleh saja kalau ada yang tidak sependapat dan langsung protes dengan menulis di blog..he..he..he..jadi ramailah ntar blog kita yang sudah ciamik penampilannya ini.
Pertama Saya tahu kabar bahwa akan diadakan acara Reuni Perak Psi ’86 UGM dari temanku Sapto yang kebetulan memang satu kantor di Mabes Polri. Setelah Saya bergabung dengan grup BBM Psi 86 kabar tentang rencana Reuni tersebut menjadi semakin terang-benderang dan nyata…bukan cuma kabar angin semata. Dengan sarana komunikasi BBM itulah Saya kembali bisa saling menyapa dengan teman2 Pskologi 86 yang dulu pernah sama2 kuliah namun seiring dengan berjalannya waktu kita menjadi terpisah sekian lama. Syukurlah  ya dengan kemajuan teknologi komunikasi yang demikian pesat, kita yang dulunya “terpisah” kini bisa  “berkumpul” kembali. Terima kasih kepada Mbah Hape, Pakde Internet, Oom Facebook dan Tante BBM.. he..he..he..he.. 
Pada awalnya ketika mendengar kabar ada rencana Reuni itu Saya merasa biasa-biasa saja dan kurang “excited” (pinjam istilahnya Bagoes). Berkecamuk dalam pikiran Saya berbagai pertanyaan yang harus aku jawab sendiri, “Datang nggak ya..?”, “Kalau nggak datang nanti gimana ya tanggapan teman2?”, “Apa yang bisa Saya banggakan pada teman-teman ketika nanti ketemu ya?”, dll. Namun satu pertanyaan lain atau lebih tepatnya semacam kerinduan adalah “Bagaimana ya sekarang kabar teman-temanku? Adakah yang berubah pada diri mereka..??”.
Pembicaraan tentang Reuni yang Saya ikuti di BBM group semakin ramai dan heboh dari hari ke hari. Saya merasa takjub dan sekaligus terharu mengikuti bagaimana antusiasme rekan-rekan baik yang di Jakarta maupun Jogja dalam memikirkan, merencanakan, mematangkan dan menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan Reuni perak Psi 86 UGM ini. Saya sendiri hanya memonitor saja kesibukan dan kehebohan teman-teman lewat BBM dan belum kunjung memutuskan untuk ikut reuni apa tidak nantinya.
Pembicaraan dan persiapan tentang Reuni semakin mengerucut dan mewujud nyata mulai dari tanggal, waktu, tempat (venue), detail acara sampai dengan segala pernak-perniknya. Kesan Saya “hebat dan luar biasa” apa yang sudah dilakukan oleh teman-temanku ini. “Sungguh amat  disayangkan dan betapa tidak tahu malu diriku ini kalau sampai tidak datang ke acara Reuni itu”, begitulah suara hatiku saat itu. Pada akhirnya Saya memutuskan untuk ikut datang ke acara Reuni, walaupun menurut Saya sudah agak terlambat keputusanku itu.
Hari “H” itu pun tibalah. Sepanjang perjalananku menuju Jogjakarta melintas wajah-wajah temanku satu angkatan dan timbul rasa penasaran “Seperti apakah mereka sekarang?” Jumat pagi sampailah Saya di Fakultas Psikologi kita tercinta dan bertemu dengan teman2 yang sudah  datang duluan. Wah..begitu heboh dan meriahnya mereka…!!  Wajah-wajah sumringah dan penuh senyum serta gelak tawa dari teman-temanku benar-benar menjadi “pengobat rindu serta tonikum” bagiku. Kesanku pada waktu itu “ada yang berubah” dari teman-temanku. Yah.. mereka semua sudah berubah…menjadi lebih pintar, lebih matang (buah kali..qi..qi..qi), lebih bijak dan yang jelas berubah adalah ukuran tubuhnya…he..he..he.. (bagi yang merasa gak boleh tersinggung ya..)
Tibalah acara Talkshow yang diikuti oleh adik-adik mahasiswa dan dipandu oleh temanku Eko Tjia. Aku benar-benar dibuat terkagum-kagum akan kepiawaiannya memandu acara talkshow tersebut. Wah..jan sudah mirip dengan para motivator yang sering tampil di berbagai media itu lho!! Pokoknya salut dan “two thumbs  up” buat pak Eko Tjia… dech..!!   Kemudian satu per satu teman-temanku juga maju ke depan menjadi nara sumber maupun moderator. Ada rekan Hestri, Bu Endang (yang sdh jd Doktor), Wulan/Uul (sang Enterpreneur), Herni (Jhonson & Jhonson), Andik (sang Purek yang juga Doktor tapi masih mbajulan…he3..piss ya pak Purek), Shinta/Intong (sang Dewi 86), Desy (yang ditunggu-tunggu presentasinya), dan tidak ketinggalan sobatku Komandan Adi “Tyson” Suhariyono (Kabag Psi Polda Sumut) yang perawakan dan penampilannya “bikin segan”..he3… Kesanku pada waktu itu “tercengang dan takjub sekaligus bangga” bahwa mereka adalah teman-temanku satu angkatan di Psikologi 86 UGM.   Ada yang berubah” pada diri mereka, yaitu mereka tampak lebih smart, pede abis dan dewasa (bukan “tua” lho..). Hebat-hebat benar mereka ini..sudah pada “jadi orang” (memangnya dulu bukan orang ya?..he..he..he..).
Namun ada satu orang teman yang aku cari-cari kok gak ketemu-ketemu padahal dianya sering nyelonong di BBM maupun Email lho..! Mungkin dia baru punya kesibukan sendiri sehingga  gak bisa datang hari ini, pikirku. Dan benar, ternyata besoknya dia muncul di Wisma LPP dengan wajahnya yang khas dan tidak banyak berubah. Hanya saja sepertinya kok tambah tinggi yo? (bener gak yo Goes?..he3) Kesan pertamaku tentang Bagoes adalah “tidak berubah”. Namun ternyata kesan pertamaku itu keliru setelah acara “temu kangen” di Kaliurang. Bagoes memang sudah lucu dari dulu pertama aku kenal,tapi Bagoes yang sekarang kok jadi tambah lucu dan ngocol ya..? Wah2..sepertinya sudah bisa ikutan bikin acara lawak sendiri ya dengan judul “Mati Ketawa ala Bagoes”..ha..ha..ha..ha. Kesanku tentang Bagoes ada yang berubah” yaitu jadi tambah lucu dan lebih smart dengan lawakan-lawakannya yang terkesan cerdas..(ojo geer yo Goes).
Acara demi acara “Reuni Perak 25th Psikologi 86 UGM” berlangsung dengan lancar dan sukses serta mendapatkan sambutan dan penilaian yang menggembirakan dari berbagai pihak. Menurut Saya pribadi acara Reuni tersebut sungguh amat berkesan dan bikin bangga diriku sebagai bagian dari Angkatan 86 Psi UGM. Sekarang yang terpenting bahwa jalinan komunikasi yang dulu sempat “terputus” kini ”terjalin sudah”. Marilah teman-teman semua, bersama kita jaga dan pererat persaudaraan dan tali silahturahmi di antara kita serta berbuat yang terbaik demi  Almamater kita tercinta. Bravo dan sukses selalu..!!

Salam hangat
Jarwo , Psi 86
(Kristoforus Bagaskara)

Sabtu, 19 November 2011

KESAN & PESAN DARI BAGUS WAHYU

Berikut adalah kesan & pesan dari Bagus Wahyu. Matur nuwun untuk waktunya membuat tulisan gila yaaaaa....:)
 

A NOTE OF CRIMINAL
(Catatan seseorang yang dituduh menyebarkan sindrom)


“Humor is something that thrives between man’s aspirations and his limitations”

Well, what do you know? Ketika mendapat undangan (lebih tepat ajakan?) untuk ikut reuni angkatan 86, rasa excited langsung timbul.
Bertemu kembali dengan teman-teman yang dua puluh lima tahun lalu bersama-sama memakai baju putih berdiri berpanas-panas pada upacara pembukaan penataran P-4, bersama-sama makan nasi doos setiap siang, berpusing-ria menyusun materi diskusi setiap harinya, walau sempat “nyolong” waktu untuk nonton bioskop menghilangkan kejenuhan.
Siapa yang tidak penasaran bertemu dengan mereka??
Kata kunci nya : serasi - selaras - seimbang.


Beberapa hari setelah itu, perasaan excited berangsur-angsur pudar. Berganti dengan perasaan lain: ragu-ragu dan curiga.
Ragu-ragu apakah memang perlu untuk ikut serta dalam reuni perak ini? Bukan pragmatis, tapi apa yang didapat dengan datang ke reuni?
Curiga, jangan-jangan reuni ini tidak ada bedanya dengan “reuni” lain yang hanya jadi ajang menunjukkan keberhasilan, mengukur kesuksesan dan jadi alasan yang tepat untuk menertawakan orang lain (yang kurang beruntung). Lebih celaka lagi apabila aku justru ikut menertawakan. Betapa kita sudah bersalah secara berjamaah..
Apalagi belum lama berselang baru saja aku meninggalkan satu BlackBerry Messenger (BBM) Group karena chat yang ada lebih banyak berbicara tentang hal-hal yang sangat material-duniawi.
Aku kehilangan teman-temanku yang sederhana dulu…


Maka sampai beberapa minggu sebelum pelaksanaan reuni perak, aku masih belum memutuskan secara pasti apakah akan datang, meskipun secara tekun aku tetap mengikuti kesibukan persiapan reuni di group BBM.
Dari mengikuti lalu-lintas pembicaraan persiapan, terlihat bahwa reuni perak angkatan 86 berbeda dengan reuni lainnya.
Selain rencana acara yang sudah tersusun rapi, reuni ini sendiri pun didasarkan pada suatu pertimbangan pemikiran yang matang.
Kata kuncinya : well planned.


Masih bergulat dengan pemikiran, ragu-ragu, curiga dan rasa paranoid, akhirnya kuberanikan diri meminta second-opinion dari seorang teman, orang yang dulu pernah aku kagumi (dan sekarang masih..)
Betapa dengan kalimat-kalimat yang jujur dia berbagi tentang pendapatnya terhadap reuni ini. Dan pada akhirnya dia mempersilakan aku sendiri yang memutuskan untuk “hadir” atau “tidak”.
Suatu sikap yang psikolog banget deh..
Diminta pertimbangan, malah ngasih pilihan… (check-point lagii…)
Cuma yang bikin semangat adalah kalimat dia: “sampai jumpa di reuni, ya..”
Well… at least ada satu orang yang bakal kehilangan kalau aku gak datang reuni…
Kata kuncinya : malam itu tidur nyenyak..


Akhirnya, hari Kamis pagi (sehari sebelum hari-H) pagi-pagi udah nongkrong di bandara, menunggu seorang teman angkatan 86. Bukan orang sembarangan. Dia adalah mantan Dewi Psikologi 86…
Hanya saja, kali ini dia tidak terlalu excited, karena Sang Dewa 86 tidak memberikan pratanda akan hadir.
Celaka nya, Sang Dewi tidak segera keluar dari terminal kedatangan. Sekalipun pesawat sudah mendarat 30 menit, belum juga terlihat tanda-tanda Sang Dewi.
Sempat terlintas pikiran, jangan-jangan wajahnya sudah berubah sehingga aku membiarkannya lewat di depanku begitu saja? Apakah dia sudah berubah? Siapa tahu??
Tapi pikiran waras segera menghapus semua itu: bukankah dia seorang dewi? Dewi tidak mengenal tua. Dewi tidak mengenal kerut-kerut keriput. Bukankah tidak ada iklan krim anti keriput untuk dewi? Bukankah tidak ada cabang Impressions di sana?
Dengan pikiran waras seperti itu, aku sabarkan diri menunggu sang dewi keluar..
Dan ternyata benar !!!
Sang Dewi 86 keluar dari pintu kedatangan dengan senyum yang sama seperti 25 tahun yang lalu…sambil menarik trolley!
Tidak ada yang berubah dari Shinta Rachmi Wardhani, seperti pribadi yang aku kenal dulu.
Pemikiran dan ide-ide cemerlangnya masih mengalir dengan cepat, bahkan lebih cepat dari kemampuan dia untuk mengatakannya. Sehingga kita harus pandai-pandai memahami apa yang sesungguhnya dia maksud.


Maaf, bukan pribadi seorang Shinta yang aku bicarakan di sini. Tetapi selama menemani dia, aku berkesempatan bertukar-pikiran tentang pandangan Shinta mengenai reuni ini. Sungguh pemikiran yang menarik, tidak muluk-muluk tapi mungkin mewakili sebagian besar dari kita.
Makanya, tagih tuh tulisan dari Shinta…. Dia sudah berjanji mau menulis.


Sore harinya, kami datang ke kampus untuk membantu persiapan acara talk-show yang diadakan keesokan harinya.
Aku sudah bersiap-siap. Badan seperti aku pasti kebagian jatah angkat kursi, meja atau benda-benda berat lainnya. Sungguh karunia Tuhan yang harus disyukuri, sekalipun cukup merepotkan bila naik bis kota…
Ternyata, aku salah kira. Tempat sudah tertata rapi. Backdrop sudah terpasang, publikasi sudah terpampang dan sangat eye-catching. Adik-adik (atau lebih tepat anak-anak) yang menjadi anak buah rekan Eko Tjia sudah menyiapkan semuanya, dan mereka sedang sibuk menyiapakan doorprize serta goody-bag bagi peserta talkshow.
Apalagi yang bisa aku katakan, selain rasa kagum dan optimis bahwa memang rangkaian reuni ini telah terencana dengan sangat matang.
Sempat bertemu dengan oknum (sorry!) yang ramai dibicarakan menjelang reuni. Entah apakah isunya tetap bersifat personal, atau sudah menjadi communal, rahasia umum. Malah kami sempat berbincang-bincang dengan beliau cukup lama.


Malam harinya, giliran ibu Doktor Endang (kenapa orang bernama Endang kok pinter yaa?) Suraningsih menjadi nyonya rumah untuk pematangan strategi perang. Karena tahu bahwa kita akan heboh, sampai-sampai seluruh Café LPP di-blocked, plus disediakan satu ruang rapat yang tiba-tiba jadi ER (Emergency Room).
Diawali dengan saling bersalaman, melepas kangen, ibu Endang mempertunjukkan kepiawaiannya menjual produk yang jadi andalan LPP. Mulai dari koleksi teh, kopi, koleksi minuman yang benar-benar yahuud, sampai edamame kualitas eksport, semua diterangkan bak seorang sales person andal. Benar-benar LPP tidak salah pilih orang.
Teman-teman dibuat terkagum-kagum dengan proses pembuatan kopi secara osmosis, dan juga nikmatnya latte, kopi yang sudah diturunkan kadar caffeine nya.


But, segera para hadirin digiring masuk ke ER. Kita bicara masalah serius…
Sekarang giliran pak Eko Tjia memperlihatkan keampuhannya. Begitu terencana, begitu siap dan menguasai materi yang akan disampaikan. Teman-teman yang lain juga membuatku terkagum-kagum. Betapa mereka menguasai dinamika ilmu psikologi level dunia, sekaligus keadaan riil di lapangan. Betul-betul luar biasa.
Mungkin keadaan malam itu bisa disamakan dengan rapat tim kreatif yang sedang mempersiapkan suatu acara kolosal, spektakuler. Semua disiapkan, semua diantisipasi, semua diperhitungkan. Lagi-lagi ibu Endang menjadi nyonya rumah yang penuh pengertian. Silih berganti doping disajikan, mulai kacang rebus, pisang rebus, edamame, jagung rebus, buah potong, teh, kopi, air mineral, sampai kamar mandi yang siap menampung “limbah” saking serius nya diskusi..
Rapat yang serius baru berakhir pada tengah malam.
Kata kuncinya: siap perang.


Akhirnya, hari yang ditunggu datang juga. Jumat diawali dengan matahari yang bersinar cerah. Sudah beberapa hari kota Jogjakarta tidak turun hujan. Suhu panas segera terasa.
Dari lalu lintas pembicaraan di BBM tergambar bahwa acara talkshow di fakultas mendapat respon yang sangat positif dan sukses besar. Puji Tuhan..
Sekalipun sebenarnya sudah bisa diramalkan. Karena ketika membaca leaflet yang dipasang di fakultas, nyaris aku tidak percaya bahwa nama-nama yang tercantum, lengkap dengan jabatan prestisius, adalah teman-teman ku, members of my big family…
Hanya saja, hari itu aku memang tidak bisa bergabung. Ada beberapa hal yang harus aku bereskan, plus urusan keluarga, dan juga aku merasa forum itu bukanlah tempat yang tepat untukku. Too heavy for my light brain… (otakku ora nyandhak)
Tapi yang penting, acara berjalan seperti yang diharapkan dan berrhasil dengan baik…


Jumat malam, ada jamuan makan malam itung-itung nyicil nostalgia, di sebuah rumah makan yang sangat asyik tempatnya. Hasil perburuan ibu Juni Bambang a.k.a Nyah Jalidu, yang memang sungguh tepat jadi seksi akomodasi dan transportasi. Tidak sia-sia dahulu kita daulat beliau sebagai Seksi Hura-hura 86… Top Markotop, Sip Markusip…
Kata kuncinya : sukses besar


Sabtu pagi, tempat rendevouz adalah hotel LPP Garden, di jalan Solo. Banyak teman yang salah sangka. Menduga bahwa Hotel LPP adalah semacam losmen, padahal kenyataannya adalah sebuah hotel yang bagus, rapi dan representatif buat teman-teman yang sudah terbiasa dengan akomodasi bermutu. Jelas ibu Endang dan Nyah Jalidu tahu persis apa yang teman-teman mau.
Nostalgia dimulai dengan sarapan bersama di SGPC. Sekarang tempatnya jauh lebih besar dan tersedia banyak bangku, sehingga tidak ada lagi acara menunggu bangku dang berhimpitan seperti dulu. Tetapi sajiannya tetap sama, pecel telur, sop pakai kawat, es sari, pancasila, dan menu-menu lain yang sudah sangat akrab.
Setelah sarapan bersama, napak tilas dilanjutkan ke fakultas, Balairung, dan gerbang UGM di bunderan. Pada saat yang sama, beberapa teman mengadakan kunjungan kepada bapak Bimo Walgito, dosen kita tercinta, yang dulu mengajar Psikologi Umum I. Semoga lekas sembuh pak..
Meninggalkan kota Jogja yang panas, reuni dilanjutkan di Kaliurang. Sekali lagi persiapan yang matang terlihat dengan tempat yang luas, tenang dan sejuk, serta (tentu saja) doping yang melimpah..


Sebenarnya, acara ini lah acara yang sangat penting bagi kita sebagai suatu keluarga atau paguyuban.
Dibicarakan secara terbuka, apa yang akan kita lakukan di kemudian hari? What next ??
Secara umum, teman-teman sepakat untuk sebisa mungkin memperhatikan teman-teman kita yang lain, yang kurang beruntung. Tetapi memang belum bisa dirumuskan “bantuan” seperti apa yan paling tepat ?
Kalau dilihat dari potensi yang ada, teman-teman di angkatan 86 jelas sangat mampu untuk membantu teman-teman kita yang kurang beruntung.
Akhirnya ada hal yang mendasar yang lebih disepakati. Yaitu bahwa kita bertekad (bukan hanya kalau sempat) untuk selalu menjaga komunkasi di antara kita. Dengan selalu menjaga komunikasi, apapun masalah yang dihadapi, apapun rencana yang akan kita lakukan, akan dapat lebih tepat sasaran. Lebih efektif dan efisien.


Untuk menjaga agar jalinan komunikasi tersebut bisa dengan mudah diakses oleh teman-teman semua, terdapat berbagai media. Melalui cara tradisional, telah ditunjuk koordinator-koordinator wilayah. Untuk mengikuti cara modern, tersedia Blog, Facebook atau pun BBM Group.
Memang dibutuhkan orang yang tidak mengenal lelah untuk menjaga agar jalinan komunikasi bisa terus berjalan. Tentu saja selain tekad dari teman-teman semua untuk keep in touch..
Setelah puas tetirah di kaliurang, rombongan turun kembali ke kota Yogya dengan mampir ke sebuah toko pusat kerajinan di Pakem. Sekalipun berulang-kali melewati toko itu, dan sering kali berbelanja di situ, senang rasanya melihat teman-teman menemukan obat penawar rindu akan kota Yogyakarta dengan membeli berbagai cindera mata.
Borong habisss……
Kata kuncinya : together we stand.


Malam harinya, tepi kolam renang hotel LPP Garden telah disulap menjadi tempat yang asyik. Suasana romantis, temaram lampu taman, dilengkapi dengan stage sebagai pusat acara malam itu. Di latar belakang telah terpampang wall of fame (entah ala Hollywood atau Bollywood). Setiap yang datang akan diminta potret di depannya. Mau potret sendiri boleh, potret bersama pasangan boleh, mau potret dengan pinjam pasangan orang lain juga boleh…
Juru potretnya pun gak main-main, ada Clara, ada Didit, ada mas Joko (suami Ine), ada tukang potret lain juga. Pokoknya serasa diburu papparazzi…


Ketika aku datang, teman-teman sudah siap dengan skenario acaranya. Ada Daisy, Intung, dan pak Eko yang sudah terlihat sibuk mengatur sana-sini. Daisy sibuk menghubungi para selebriti yang akan menyerahkan award, Intung dengan i-pad nya sibuk menyiapkan game agar kita bisa membagikan hadiah yang berlimpah, dan pak Eko Tjia sudah siap dengan kumpulan foto-foto jadul nya.
Ida dan Nyah Jalidu juga sudah siap dengan prasmanan yang menggoda selera. Pokoknya, dijamin anda tidak akan kelaparan malam itu.
Acara terlihat lebih elegan bersiapnya adik-adik (sorry, anak-anak) kita yang menampilkan musik akustik di sayap kiri stage. Kereennn…..


Malam itu, acara dipandu oleh trio MC jebolan Academy Award Ceremony : Daisy Similikithi, Sapto Rodorono dan Bagus Asusilo…
Sebagai salah satu pembawa acara, aku merasa dimanja karena semua sudah disiapkan, dan materi pendukung melimpah. Tinggal ditambah polesan sedikit, maka acara akan menjadi supeerrrr….. ditambah lagi acara mengenang masa lalu, saat kita masih bersama, yang memang membawa kita kembali ke masa lalu………lengkap dengan emosi nya.
Kita juga beruntung karena malam itu ada selebritis terkenal yang datang untuk menyerahkan award. Mulai dari mas Anang - Syahrini, Sherina - Derby Romero, Luna - Ariel, sampai Siti Nurhalizah dan mas Jackie Chen……
Acara berjalan heboohhh, sehingga tidak terasa waktu berjalan begitu cepattt….
Kata kunci : anda puas, kami lemas..


Sekarang, yang jadi bahan perenungan kita: “setelah ini, apa yang akan kita lakukan?” Sebagai suatu komunitas, mungkin kita bisa berharap pada orang-orang yang rajin mengorganisir kegiatan seperti Didit, Sari, Ida, Dian, Eko, Juni, dan teman-teman lainnya. Tetapi sebagai pribadi, mungkin kita perlu berkomitmen untuk menjaga agar tali silaturahmi angkatan 86 tetap terjaga. Walau sedikit, tetapi kabar dari kita akan berguna bagi kawan-kawan kita yang lain….
Sehingga kita bisa saling berpantun, satu dengan kawan yang lain :
Bapakmu pegawai kantor pos ya?
Lho kok tahu??
Karena aku rindu dengar kabar dari mu…..


Proud to be your friend,
BW (Bagus Wahyu)
Penulis adalah…..orang yang menulis (wis ngerti !!)


Segala sindrom yang timbul pasca-reuni bukanlah tanggung jawab panitia…. Segera hubungi dokter hewan terdekat..  



KESAN & PESAN DARI JUNI

Berikut adalah kesan & pesan dari Juni, Si Hura-hura 86. Thanks untuk waktunya membuat tulisan ini di sela-sela kesibukan Juni ya. Ini posting yang unik karena Juni menelorkan "Syndrome Theory"........ Apa itu? Hayuuuuuk atuh dibaca.


SYNDROME THEORY

Hai friends,

Sebelumnya aku lanjut bercicit-cuit di blog ini, aku mau say very very tenk u untuk tante uul yang telah mengamalkan ilmu IT-nya, membuat blog buat group qta. So friends, jangan qta sia-siakan.

Banyak hal yang kudapat dari reunian kemarin. Meeting old friends, n ketawa ngakak selama 3 malam 2 hari.... Ketawa itu sangat penting, lho friends...

Ternyata juuugaaa,....temen-temen qta pencipta syndrome yang gak ada di ilmu psikologi. Want to know....?? Harap dipelajari baik-baik....


STADIUM-1: U'ul syndrome

Syndrome ini adalah syndrome lupa wajah temen.
Lha moso' dari pertama ketemu aku di awal reuni, saampee detik ini, uul masih aja tanya aku untuk menterjemahkan wajah-wajah temen qta. (Peace..uul...kamu lanjutkan mendem mpek-mpek aja,..biar baca blog isi tulisanku ini..., jadi mblawur).
Ada pipin yang sudah 30 menit duduk di deket uul, eeeh uul tanya mana yosephin (pipin)..?? Eeeladalaaah.....ini tadi duduk sebelahmu. Tapi maklum uul lupa. Pipin berubah wajah,...semakin cantik dengan rambut pendeknya. (Mbahas rambut pendek, uul juga berubah wajah tuh.., berambut pendek...kukira anake sopo iki ....).

Dari kejadian 2 hari yang penuh penterjemah wajah-wajah baru temen qta, maka saat gala dinner, panitia mengadakan macam-macam award untuk yang ter....(Tergemuk, terawet tua n terawet muda, terlangsing).... terus ter opo ya yang aku dpt?? Yang pasti bukan tergemuk lho. Karena ada yang lebih dari aku, saking wis makmur n ayem atine, yaitu bu nurYANTI atmimi (alias Haryanti solo), yang sekarang wajah n penampilan kayak bu nuryati atamimi. Yanti kayak bu Nuryati...??? Kalian pasti gak percaya...!!!)

Pak Baguus, aku kemarin dapat award apa ya? Aku lupa.....


STADIUM-2: Bagus Syndrome

Syndrome saru n penuh dengan joke n plesetane... Syndrome ini membuat qta ngakak gak karoan.....joke n ceplosane Bagus (satoeb di milist), full 3 hari 2 malam, qta ketawa ngakak sampe gawe weteng kaku. Hanya karena topik "koteka" n mr F.....heboh wis reuni qta.....


STADIUM-3: Andik Syndrome

Buat para kanca yang punya anak wedok (apalagi sekarang di usia ABG),...hati-hati untuk tidak didekatkan dengan Mr Andik....dia pencetus ANDIK SYNDROME...yaitu syndrome mbajulan...
Lha moso' sampe saiki, anakku wedok dibajul n disiirr ta.?? Gak rumongso wis tuo...aku ganti tanya: "Ndik, wanimu kok karo bocah cilik...??? Kok gak wani mbajul ibu e siik....jaman kuliah mbiyen...????" Banyak temen yang respon: kaapoook kowee......rasaaiiinn looeee....mooodaaaro Ndik......
Ini adalah syndrome stadium terparah....pak purek....pak purek....

Pokoke friends, syndrome-syndrome di atas....membuat reuni kemaren bener-bener jadi hidup...penuh canda n ngakak....

Pesankoe: yuuk qta isi blog ini dengan diskusi, chatting, gojeg n plesetane (provokator si Bagus). Reuni kemaren hanya sebagai pembuka silaturahmi. Bagi yang kemarin nggak bisa datang, no problem. Sekarang kalian-qta bisa reunian terus di blog ini. But friends, gojegan-tawa ngakak qta, jangan dianggep serius n dimasukin ati lho ya....

Ok friends,...untuk sementara, this is what I can say. Hidup Psychology..!
I want to go to find my life (n ternyata jg Love) in psychology....psy....psy....psy....


Yours,
Wahyuni Ratnasari alias Juni alias Nyah Juni Jalidu B Setyono.
(Jalidu itu nama julukan suamiku dari psikologi juga, angkatan '77)

Minggu, 13 November 2011

KESAN & PESAN DARI HESTRI

Ga sangka teman-teman angkatanku memiliki beragam keunikan dan kelebihan yang pokoknya "sesuatu banget". Hampir semua adanya kelebihan, tidak ada yang kurang: kelebihan berat badan (termasuk aku), kelebihan omongan, kelebihan lucu, dan hebatnya tidak ada yang sakit hati biarpun menjadi bulan-bulanan. Wuah pokoknya masih berderet-deret kelebihan....

Yang jelas aku merasakan kelebihan rasa senang dan nyaman berada di tengah-tengah mereka mengenang 25 tahun lalu menapaki perjalanan hidup di kampus tercinta, setelah kurang lebih 20 tahun tidak bertemu. Hingga selama 3 hari (mulai Kamis malam hingga Sabtu malam) lupa dengan segenap rutinitas, ringan tidak ada beban...

Ya ampun hampir semua menunjukkan kebolehannya saat itu... dari mulai penggagasan, rapat bolak-balik, hampir minder dengan kakak kelas. Menjelang waktunya tiba, dilengkapi pasukan dari Jakarta Uul dan dari Jogja bermunculan : Eko, Endang, Nyah Jalidu, dll yang tidak bisa disebut satu-satu, menyingsingkan lengan baju, berjibaku mempersiapkan acara hingga mengerucut menjadi sesuatu.

Dan pada hari H nya, tidak ada yang Jaim, hampir semuanya lepasss, bebas, serius, bercanda, ketawa, dan hasilnya adalah sebuah kebanggaan menjadi bagian dari Psi 86.

Setelah rutinitas kembali dilakoni, masih disuguhi-disediakan ruang untuk berkangen-kangen lagi, melalui media ini yang senantiasa ada saja coretan teman-teman, dan... dilengkapi dengan blog yang apik hasil kreasi kakak Uul yang terus berkomitmen meramaikan media ini. Mantab tenan, terima kasih kawan...
Psi 86 pancen OKE....


Salam sukses untuk semua...

Hestri Setyaningsih

Sabtu, 12 November 2011

KESAN & PESAN DARI ANDRI

CATATAN REUNI PSI 86

Satu hal yang tidak berubah dari Angkatan 86 sejak kuliah P4 bareng, Ospek, berorganisasi, lulus sampai Reuni 25 tahun kemarin terdeteksi lewat alat tes Bonding Needs rekaan imajinasi lamunan. Hasilnya angka Bonding Needs-nya tinggi sekali.
Ternyata kelekatannya lebih dari saudara kandung sekalipun, luar biasa !!
Menyesal sekali tidak bisa langsung nimbrung waktu hari H, tapi tetap mengikuti dari jauh semua kegiatannya.
Salut, bahagia dan bangga terhadap kerja panitia yang serius tapi tetap di setiap rapatnya ada cletukan/komentar yang bikin kita ngakak bareng. Ini mungkin nggak ada di angkatan manapun, tidak terkecuali angkatan bersenjata.
Jangan sampai luntur persaudaraan ini, One for All and All for One ! Kayak semboyan Three Musketeer aja ! Tetap guyub, tetap saling serang (garap menggarapi), tetap ngakak bareng ! Hidup angkatan 86, salam kompak selalu.

Koncomu,
Andri Wibowo

KESAN & PESAN REUNI DARI BROTO

Mengenang masa lalu dengan segala romantikanya. Mungkin itu tujuan awal ketemu bareng lagi setelah 25 tahun sejak kita pertama kali ngumpul sebagai teman seangkatan di fakultas. Sejauh ketemu dua hari kayaknya memang oke dan bisa membuat regresi total kita semua.
Hanya memang tetap disayangkan kurang banyak yang bisa berpartisipasi di acara reuni karena kesibukan masing-masing yang tak bisa ditinggal.
Anyway, mesti diakui bahwa jalinan kita sebagai teman seangkatan terbukti tetap kuat. Semoga bisa tambah akrab dan bisa menghasilkan sesuatu yang lebih kongkrit.
Salut pada beberapa teman yang benar-benar bisa jadi motor andal hingga memungkinkan terselenggaranya acara reuni. Soalnya aku pribadi sempat tidak yakin ada reuni perak hingga dua bulan sebelum acara yang  Alhamdulillah bisa begitu cepat kemajuannya untuk menyiapkan semua. Dari urusan duit sampai tetek-bengek urusan fakultas yang sempat bikin emosi. Untuk soal persiapan ini kita semua juga bersyukur sudah ada teknologi BB yang  memungkinkan semua keputusan dan perkembangan situasi bisa diambil dan di-share dengan cepat.
Sekarang setelah reuni memang ditunggu langkah lanjutannya terkait berbagai gagasan yang sempat muncul dan mungkin sebaiknya di-share jg di blog agar teman yang lain tetap update tentang lanjutan reuni kemarin.
Terakhir aku usul agar teman-teman yang mau bisa memasang profil masing-masing di blog. Bentuknya mungkin semacam CV lengkap khususnya tentang pengalaman kerja dan profesionalnya, sampai saat ini. Harapannya bisa nyambung untuk menjalin kerja sama ke depan mengingat begitu banyak peluang yang sebenarnya bisa digarap bersama.

Salam,
Broto
(Ramadhian Adi Broto)

 
 

Blogger news

Blogroll

About